Pembagian Harta

in hive-193562 •  last month 

IMG_20210112_201501.jpg


Halo steemians....

Ngomong-ngomong soal harta warisan, kalau pembagian harta warisan itukan biasanya ada ahlinya, boleh pakai ahlinya, atau dibagi sendiri juga boleh, asal sesuai dengan kaidah Islam. Lalu kemudian kalau misalnya ini suka ada apa namanya, anak-anak belum tentu tau harta benda yang yang di miliki orang tuanya. Lalu kemudian misalnya katakanlah ada satu orang yang tau. Terus kemudian

"Yang ini jangan dimasukin sebagai sebuah harta waris."

Ngelicikin gitulah.

"Yang dimasukin yang ini aja."

Padahal dia tau ini, ini harta benda ayahnya dia.

Dari hadist dikatakan salah satu persis sekali, ketika orang menyenbunyikan harta, maka di hari kiamat di bebankan kepada dia untuk memikulnya sampai menghadap pada mahkamah. Artinya, siap apa yang disembunyikan itu, dia pikul sampai menghadapi.

Jadi, kalau dia menyembunyikan 100 meter tanah, maka 100 meter tanah itu dia pikul sampai dia di adili di hari kiamat. Hati-hati kamu, karena itu tidak akan bawa berkah. Kalau tidak berkah, itu menjadi tidak tenang. Bisa-bisa nanti anaknya itu sulit di nasehati, kena narkoba misalnya.

Maka mohon ma'af ya, kadang-kadang introspeksi.

Jangan-jangan anak kita itu nakal, anak kita sulit di nasehati. Mungkin ada harta hak orang lain yang masih ada pada diri kita. Nah, inilah maka hati-hati jangan sampai menyembunyikan dan itu dikatakan orang yang dusta, orang yang nilep harta, itu siksaannya luar biasa, tidak hanya di akhirat, tapi juga di youmil kiamat.

Selama hidup boleh di bagi, walaupun mungkin yang nggak sesuai dengan aturan dua bagian atau satu bagian, karena itu bukan harta warisan. Lalu kemudian kalau terjadi misalnya pembagian ini, belum orang tua meninggal,

"Ini mama, papa, kasih kamu ini... Kamu ini....kamu ini....."

Lalu kemudian mereka merasa ada ketidak adilan. Nah, pertanyaanya itu gimana sih walau ini bukan harta warisan, pembagian yang seperti apa juga supaya tidak menjadikan permasalahan di dalam pembagian tersebut.

Sebetulnya bagi anak tidak bisa nuntut apapun, atas dasar apapun terserah. Cuma orang tuanya nggak bijak, karena Rasulullah melarang orang yang bagi secara tidak bijak.

Jadi, mohon ma'af, karena Rasulullah melihat tadi. Kasusnya ada orang di kasih pembantu, tapi anak-anak yang lain tidak di kasih.

Walaupun orang tua misalnya mempertimbangkan begini

"Wah, si adiknya tidak mampu secara ekonomi dibandingkan kakak-kakaknya. Misalnya kakaknya sudah punya pekerjaan, adeknya nggak."

Walaupun pertimbangannya seperti itu.

Oh tidak, itu bijak namanya. Karena namanya keadilan itu tidak harus sama. Misalnya kita ngasih uang jajan, itu pengen adil, ya anak SD, SMP, SMA, masih pintar. Karena tidak mempermasalahkan uang jajan mereka, padahal tidak sama pembagiannya.

Anak kuliah di kasih 1 juta oke, tapi kalau anak masih duduk di bangku TK, masak di kasih uang sakunya 1 juta. Jadi prinsip keadilan itu sesuai dengan kebutuhan. Sesuai dengan porsinya, sesuai dengan proporsional.

Yang tidak boleh itu meng anak tirikan satu, dan meng anak emaskan anak yang lain.

Makanya sebaiknya anak itu kepada orang tua itu punya kesatuan visi. Artinya, sering orang tua itu punya visi yang kadang-kadang beda dengan visi pada anak-anak. Makanya boleh diberi usulan pendapat-pendapat ketika orang tua punya kebijakan, karena berpikirnya orang tua itu beda dengan berpikirnya anak-anak. Demikian juga kadang-kadang anak itu juga asal minta bagian sekarang, padahal oleh orang tua itu di buat sedemikian rupa supaya nanti pada waktunya itu di hadapan pembagian yang lebih baik. Nah, makanya itu namanya kompromi.

Kompromi itu diperlukan pada perbedaan visi antara anak dan orang tua. Artinya, ketika orang tua sebelum meninggal ini membagi ya, membagi harta mereka orang tua juga harus memikirkan pas waktunya dan pas kebutuhan untuk anak. Karena siap tau nanti begitu nggak pas, bisa dimanfa'atkan untuk tidak tepat sasaran, tidak tepat guna, begitu ya.

Dan itu kasus terjadi ketika orang tua lebih penting lagi menyiapkan anak untuk bisa menjadi pewaris. Mohon ma'af, beberapa warisan besar-besar dari pengusaha transportasi. Rata-rata tidak bisa dilanjutkan oleh anaknya, karena anaknya tidak bisa memanage. Termasuk penerbangan, ma'af nggak saya sebut namanya.

Penerbangan yang begitu rupa, masih ada pesawat banyak. Tapi sampai tutup pertamakali sebelum penerbangan yang lain. Padahal masih banyak pesawatnya.

Kenapa ?

Ternyata anaknya nggak bisa melanjutkan, sayang sekali. Demikian juga pengusaha-pengusaha yang lain.

Baiklah, demikian pembahasan saya hari ini seputar pembagian harta. Semoga tulisan saya ini bermanfa'at bagi pembaca semua. Sampai jumpa lagi di lain waktu dan kesempatan.

Sekian dan terimakasih.

By @midiagam

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Beware this is a fake account of @saifmmc , @ana07