The Diary Game Season 3, Better Life, Rabu, 14 Juli 2021

in hive-152587 •  2 months ago 

Salam sahabat steemian.

Nyaring suara Azan menyambut ku pagi ini. Aku segera membangunkan suami untuk bersiap-siap ke mesjid yang hanya beberapa langkah dari rumah orang tua ku. Aku sendiri segera berwudhu dan sholat subuh di rumah. Begitu suamiku pulang dari mesjid, kami berdua menyempatkan waktu untuk berjalan-jalan menyusuri area perkampungan yang asri dan nyaman.

Aku dan suami hanya mengambil rute terdekat, karena takut anak-anak terbangun dan mencari kami berdua. Namun sampai kami tiba dirumah, anak-anak ku masih bergelung dalam kehangatan selimut. Cuaca di kampung ku memang cenderung lebih dingin di pagi harinya. Bahkan kami harus mematikan kipas angin di malam harinya, karena tidak tahan dengan suhu nya yang dingin.

Sambil menunggu anak-anak bangun, aku dan suami menghabiskan waktu di teras depan dan sibuk dengan gadget masing-masing. Sekitar jam 9 pagi, kami baru sarapan setelah anak-anak bangun dan mandi. Cuaca pagi ini lumayan cerah. Aku segera ke kamar mandi dan memasukkan baju kotor ke dalam mesin cuci.

IMG_20210716_123223.jpg
sedang mengambil ancang-ancang untuk memetik rambutan

Sekitar jam 10 pagi lewat, aku sudah selesai menjemur pakaian di teras depan. Aku bersantai sejenak sekedar melepas lelah sambil melihat anak-anak ku yang sedang berusaha memetik rambutan yang ditanam bapakku di depan rumah. Saat kami baru tiba disini, pohon rambutan ini sedang berbuah lebat dan sebagian buahnya sudah menguning.

Tapi setiap harinya, anak-anak dan keponakan ku selalu memetiknya setiap saat. Satu menguning, satupun jadi. Padahal kerap kali suamiku berbelanja di pasar, selalu membeli beberapa ikat buah rambutan untuk mereka. Tapi dengan dalih, lebih enak yang bisa dipetik langsung, mereka selalu mengambil yang di pohon untuk dimakan. Sehingga sampai hari ini, hanya tersisa sedikit yang ada di pohon.

IMG_20210716_151724.jpg
cuaca yang semula cerah berubah mendung dalam sekejab

Sekitar jam 12 siang, langit yang tadinya cerah tiba-tiba berubah mendung. Angin mulai berhembus kencang. Aku menyuruh anak-anak yang masih asyik di luar rumah untuk masuk ke dalam. Tak lama kemudian, hujan mulai turun perlahan dan semakin deras. Kami hanya duduk diteras sambil melihat anak-anak kampung yang berlarian di tengah derasnya hujan.

Sampai sore menjelang, hujan masih awet. Kami semua hanya mengisi waktu dirumah sambil menonton televisi. Maghrib datang, barulah hujan sedikit reda, menyisakan gerimis. Usai sholat Maghrib dan makan malam, kami pergi ke minimarket Indomaret di Aneuk Galong. Anak-anak ku minta dibelikan Snack dan aneka biskuit untuk cemilan dirumah.

IMG_20210716_123702.jpg
aku dan anak-anak sedang memilih belanjaan

Setibanya disana, anak-anak ku memilih dengan penuh antusias. Aku mengingatkan mereka untuk berbelanja untuk stok tiga hari, jadi kami tidak perlu keluar rumah setiap hari. Setelah berbelanja, kami langsung menuju arah pulang.

Tiba di Samahani, suamiku berhenti di salah satu warung. Disini terkenal dengan Mie jamurnya yang enak dan lezat. Jadi suamiku ingin mencoba langsung. Suamiku turun untuk memesan, sedangkan aku dan anak-anak hanya menunggu di mobil. Kami malas turun dari mobil karena hujan sudah kembali turun.

IMG_20210716_123643.jpg
tempat kami membeli mie jamur

Selain makan ditempat, suamiku juga membeli empat bungkus Mie Jamur untuk keluarga ku dirumah. Setelahnya kami langsung pulang. Tiba dirumah, anak-anak dan ibu Bapak ku menikmati mie jamur sambil menonton televisi. Aku yang masih kenyang hanya menemani saja. Kami sekeluarga baru beristirahat di kamar, tatkala jam sudah menunjukkan pukul 23 malam.

Sekian diary ku hari ini, terimakasih bagi teman-teman yang sudah bersedia mampir.

Join Our Discord Channel

U5drvWcwdAcNGA6APYbtD9gncpFnaN1.gif

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!