Alasan Seseorang Sulit Memaafkan

in hive-107252 •  2 months ago 

hipwee-memaafkan-1-750x422.jpg


Sumber Gambar

Bicara tentang memaafkan, memang sih memaafkan itu sesuatu yang sulit. Sulit untuk diucapkan, sulit juga untuk dilakukan. Kadang kita tau sih harusnya memaafkan, tapi bukannya tau atau enggak, tapi mau atau enggak. Apakah anda benar-benar punya kemauan untuk memaafkan orang yang sudah melakukan kesalahan ?

Maka dari itu, hari ini saya akan mengulas supaya kita tau bagaimana cara memaafkan, bukan hanya tau cara memaafkan, tapi juga memiliki kemauan untuk bisa memaafkan. Semua ada caranya, akan saya bahas disini.

Ketika anda sulit untuk memaafkan, itu adalah sesuatu yang wajar. Kenapa wajar ? Namanya juga manusia.



3297112583.png
Sumber Gambar

Ada 5 alasan. Alasan terbesar, kenapa seseorang itu masih sulit untuk memaafkan.

Saya tulis dulu yang pertama. Alasan yang pertama adalah Kecewa yang besar. Kekecewaan yang sangat besar, apalagi sampai membuat trauma. Itu akan semakin untuk bisa dimaafkan.

Kekecewaan yang terbesar itu biasanya datang dari orang-orang yang justru sangat dekat dengan kita. Seringkali yang lebih sulit kita maafkan itu orang yang justru lebih dekat hubungannya dengan kita. Sangking dekatnya, mungkin seseorang yang kita cintai, mungkin keluarga, mungkin orang-orang yang sangat kita percayai. Sngking dekatnya, kesalahan yang dia buat, itu membekas dalam sekali.

Ketika kekecewaan kita begitu besar, apalagi meninggalkan yang namanya trauma, itu sulit untuk kita memaafkan. Tapi sekali lagi kekecewaan yang besar membuat itu lumrah untuk seseorang masih belum mudah untuk memaafkan. Itu alasan yang pertama.

Alasan yang kedua. Sekarang bukan hanya kecewa yang besar sampai meninggalkan trauma, yang kedua adalah Emosi yang tinggi. Ditambah emosi kita masih tinggi terhadap hal tersebut, kemungkinan besar itu baru saja terjadi. Jadi setiap kali kita merasakan "Wah, bawaannya kesal "

Sama seperti sebuah luka. Pernah anda terjatuh, terus tangannya terluka, berdarah-darah. Butuh waktu enggak untuk bisa menyembuhkan ? Butuh.

Fisik saja butuh waktu, apalagi hati. Ketika emosi itu masih tinggi, akan sangat sulit untuk kita melupakan. Sekarang bayangkan ketika anda lagi berdarah-darah, terus sudah gitu di korek-korek terus. Kira-kira makin cepat sembuh atau lukanya malah makin besar. Makin besar ya. Jadi seringkali itu juga yang terjadi didalam hati kita. Ketika kejadian itu baru saja terjadi dan anda begitu sakit hati dan begitu berdarah-darah, dan setiap hari anda mengulang proses itu, mengingat lagi, itu sama saja anda mengorek luka yang sedang dalam waktu penyembuhan. Memang sangat sulit untuk kita memaafkan. Butuh waktu, berapa lama waktunya itu tergantung, karena setiap orang punya masa waktunya sendiri. Setiap orang, dialah sendiri yang akan menentukan masa kadaluarsa bagi kesedihannya dia, bagi sakit hatinya dia. Jadi yang kedua emosi masih tinggi, wajar untuk sulit memaafkan. Apalagi ditambah yang ketiga.

Jadi yang ketiga itu adala Sikap yang menyebalkan. Sikap siapa yang menyebalkan ? Siakap orang yang berbuat salah. Kadang, bukannya kita enggak mau memaafkan, tapi orang ini kok sudah dia berbuat salah, bukannya dia minta maaf, bukannya dia merasa bersalah, tapi serasa enggak ada apa-apa.

Serasa dia yang paling benar, dan bahkan merendahkan kita, bahkan merasa arogan. Bayangkan anda yang tadinya mau memaafkan, tapi karena melihat sikapnya yang seperti itu, kira-kira lebih mudah memaafkan atau lebih sulit ? Lebih sulit.

Alasan keempat seseorang sulit untuk dimaafkan itu adalah Melanggar prinsip. Misalnya seperti ada kesalahan yang oke bisa kita maafkan, tapi ada kesalahan yang ini enggak bisa, ini melanggar prinsip saya. Kalau dia buat kesalahan kepada saya, dia ngata-ngatain saya, mungkin bisa. Tapi kalau bawa anak saya, bawa keluarga saya, bawa orang tua saya, itu saya tidak terima, itu namanya prinsip, enggak bisa saya maafkan. Jadi itu sulit untuk dimaafkan.

Kita tau harus seperti apa, tapi hati masih belum bisa. Dan ini wajar. Jadi kita bukan berbicara tentang teori, kita bicara tentang sesuatu yang memang kita rasakan terjadi dalam kehidupan kita.

Dan yang terakhir, atau kelima adalah Ego. Enak saja dimaafkan, harga diri saya dimana, enak saja dimaafkan, memangnya saya kayak setan, yang kalau diinjak-injak tetap bisa welcome. Iya kan, mana bisa. Ini masalah harga diri.

Kenapa saya menjelaskan 5 hal ini, karena saya yakin bukan hanya saya, tapi anda mungkin mengangguk-nganggukkan, betul itu. Dan saya ingin bilang kepada anda bahwa memaafkan atau tidak, itu adalah hak anda. Anda punya hak untuk tidak memaafkan orang tersebut, anda juga punya hak untuk memaafkan orang tersebut. Anda pun juga bebas untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk memaafkan mereka. Tapi kalau anda serius ingin melakukan sesuatu yang berbeda, oke saya tau itu sulit, tapi saya benar-benar ingin bisa memaafkan dan melupakan semua itu, ada caranya. Anda bisa praktekkan cara itu cara sulit bisa lebih mudah. Caranya akan saya ulas di postingan saya selanjutnya.

Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya, semoga bermanfaat.

Salam

@fackrurrazi

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!