Tiga Metode Sukses di Steemit: Share Experiences |

in hive-105209 •  last month 

Setahun Steemit_03.jpg


Cerita sukses di Steemit sudah sering kita dan menjadi bahan diskusi di setiap meetup, baik di Indonesia maupun di negara lain. Kisah sukses tersebut telah memberikan banyak inspirasi kepada newbie di Steemit. Mereka mengikuti tips dan strategi yang dibagikan dalam setiap postingan. Sekarang bahkan sudah ada pedampingan Steemian baru yang lebih terprogram.

Hasilnya, seringkali tidak sesuai harapan. Padahal, banyak Steemians sudah melakukan setiap langkah yang disampaikan oleh Steemian lain yang sudah mendulang kesuksesan.

Apa masalahnya?

Secara umum, semua orang meyakini untuk sukses membutuhkan kerja keras dan kerja cerdas. Kalau kedua hal itu sudah dilakukan, maka harus bersabar sampai kesuksesan berhasil diraih. Kerja keras dan kerja cerdas tidak akan mengkhianati kesuksesan.

Namun, terkadang dibutuhkan nasib baik untuk membuat sukses datang lebih cepat dengan kapasitas lebih besar. Masalahnya, nasib baik ini berada di luar dari kendali kita. Jadi, sekali lagi, jangan terlalu mengandalkan nasib baik.

Meniru orang lain

Cara yang paling mudah adalah dengan meniru metode yang sudah dikembangkan oran lain. Langkah ini paling banyak dilakukan Steemians dan sering tidak memberikan hasil sama. Banyak variabel yang menyebabkan cara yang sama, dilakukan orang berbeda, seringkali memberikan hasil berbeda pula.

Kualitas setiap Steemians tidak pernah sama. Setiap postingan mencerminkan karakter masing-masing kreator sehingga hasilnya berbeda. Jaringan yang dimiliki seorang kreator juga berbeda yang sudah pasti memengaruhi hasil. Kemudian, ketika meniru metode orang lain, situasi sudah berbeda. Jadi, kembangkan kualitas kontes, perluas jaringan dengan berbagai komunitas dunia, dan mengikuti perkembangan terbaru.

Modifikasi cara orang

Metode yang sudah ada pasti mengandung kelebihan dan kekurangan. Pelajari metode tersebut, kembangkan, evaluasi, perbaharui kekurangan, perluas kelebihan. Strategi ini lebih terlihat kreatif dibandingkan dengan meniru mentah-mentah metode orang lain. Pengembangan metode yang sudah ada akan menghasil sebuah metode yang lebih baik.

Menciptakan metode sendiri

Cara yang paling kreatif adalah dengan menciptakan metode sendiri. Namun, itu membutuhkan cucuran keringat, kegigihan, dan kecerdasan—tentu saja. Inilah pencapaian tertinggi seorang kreator yang bukan saja menangguk sukses bagi dirinya sendiri, lebih jauh juga membantu orang lain.

Melalui sistem trial and error, kita pasti mamu menciptakan sebuah metode sendiri yang dinamakan sesuai nama penemunya. Sejarah sudah membuktikan, orang yang tekun dan pantang menyerah akan berhasil menciptakan sebuah karya besar.[]




Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Sangat bermanfaat tulisannya bang @ayijufridas ibaratnya anak kecil yg baru lahir tidak mungkin langsung bisa merayap, berjalan hingga berlari, pasti ia juga harus melewati proses yg panjang, sembari kesucsesan yang di capai si anak singkong Khairul tanjung tidak semudah membalik telapak tangan, ia pun juga melewati bnyak tantangan dan rintangan sehingga ia pun sampai di puncak kesuksesan, kali ini saya termaksud satu diantaranya, yang lagi menyusuri dengan berjalan setapak walapun di persimpangan jalan yang lurus berbatuan kerikir hingga terjatuh tersungkur sampai terluka di lutut, namun saya mencoba untuk bangun dan bangkit kembali untuk dapat melanjutkan perjalan hingga ketempat tujuan yang dituju sampai puncak kesuksesan yang akan saya raih nantinya.

Walaupun sekarang kamoe vote manteng engkol kosong neutulong maklumi bang manteng dalam proses untuk mendapatkan angin segar yang bermakna bagi diri sendiri maupun orang lain sehingga tiupan angin yang sekali tersentuh terasa sangat menyegarkan . 😊

Saya kagum dengan beberapa Steemian leader yang konsisten dan sekarang sudah berjaya seperti @anroja. Banyak Steemians yang tidak tahu Anroja dulu juga dapat angin dan tetap konsisten.

Saya kagum juga dengan @isnorman yang selalu membuat postingan hebat dan menjadi data penting yang belum diketahui generasi sekarang. Saya sering terinspirasi postingan @isnorman.

Intinya, banyak yang didapatkan di Steemit dibandingkan hanya reward akan akan segera habis, keculi kita investasikan untuk jangka panjang.

Iya sangat benar bang, saya juga sangat kagum sama abangda @anroja yang beberapa hari lalu sempat silaturrahmi sama beliau, dengan konsistenya sehingga beliau menjadi seperti sekarang ini,dan juga investasi yang berpengaruh singnifikan terhadap reward jangka panjang kita nantinya.

Semoga diberikan kesehatan dan umur panjang serta rezeki yang berkah bang @ayijufridar kapan² kalau saya ada ke Lhokseumawe boleh sesekali bersilaturrahmi sembari beretorika ngopi dan diskusi bersama bang @ayijufridar

Kenangan Masa dile 2019

Banyak tokoh yang menginspirasi di sini, baik di Indonesia maupun dari luar. Semoga kita bisa sukses juga seperti mereka @emirzafirdaus.

Jadi sedih juga melihat foto itu. Jadi wisuda terakhir yang dilaksanakan secara langsung. Setelah itu, dilaksanakan dengan sistem drive thru yang kehilangan esensinya. Semoga ke depan bisa digelar secara langsung kembali.

Saya juga kagum dengan brader saya @ayijufridar yang sudah ditetapkan oleh Dewan Pers sebagi ahli pers di Aceh. Bukti konsistensi tak mengkhianati hasil.

Terima kasih @isnorman. Mohon dukungan dan doanya, semoga benar-benar jadi ahli dengan belajar, belajar, dan terus belajar.

Sepakat. Dan menurut survey yang saya
lakukan untuk saat ini kalau ingin cepat sukses di Steemit, menjadi salah satu delegator. Kenapa ?

Yah, karena dari hasil pantauan saya selama ini, tim Steemit sendiri lebih sering mampir ke postingan delegator. Perkara tulisan yang ia posting bagus atau tidak, itu nomor sekian. Banyak para delegator yang tulisannya kayak anak SD, tapi sering dapat dukungan dari tim Steemit. Sebaliknya, mereka yang menghasilkan karya bagus, luput dari perhatian.

Tidak semua postingan berkualitas mendapatkan reward yang pantas. Meski demikian, tetaplah berusaha membuat postingan berkualitas.

Di masa lalu, saya tidak menjadi delegator, tetapi penghasilan di Steemit masa itu lebih banyak daripada sekarang. Secara keseluruhan, jalan sukses di masa lalu dan sekarang tidak jauh berbeda, tetapi perlu ada penyesuaiaan di beberapa bagian.

Mindset kita sama bang. Itu juga alasan saya bertahan di Steemit, meski perolehan kurang memuaskan saya tetap berkarya dengan ciri khas.

Saran Bang Ayi, jangan menaruh harapan terlalu besar dan jangan mengharapkan akan mendapatkan dukungan dari siapa pun di sini, tapi berusaha saja mendapatkan dukungan itu antara lain dengan postingan yang berkulitas dan berguna bagi orang lain.

Pertama, kita harus bisa mengandalkan diri sendir. Kedua baru berjuang mendapatkan dukungan. Kalau ada potensi yang kita miliki, bahkan seorang musuh pun akan mengagumi kita.

  ·  last month (edited)

Siap bang, saya akan ingat selalu saran dari bang Ayi. Nyoe kheun ureung tuha awai "Angen sige sahoe, ija limbot sige sapoe" bak saboh wate keberuntungan akan menghampiri mereka yang berusaha tanpa mengenal lelah.

Keep writing

Bahasa sederhana di steemit yang cocok beu meanek agam, bek that tapodoli soal lain yang penting teumuleh ha ha. bah di vote ngon angen

Angen pih peureule, kadang cit kumpulan angen nyan tanyoe melayang lage cicem....

Sepakat

Betul bang, saya kagum sama abang yg tetap setia menulis di steemit sampai sekarang dan sepertinya telah sukses.

Kalau saya masih angin-anginan ikut sana sini dan menulis slengean.

Kalau melihat perjalanannya sejak Mei 2017 Bunda @ranesa70, tidak selamanya sukses. Ada kalanya Steemit memberikan penghasilan, tapi sering juga kosong seperti belakangan ini. Tapi yang penting konsisten berjalan, seperti penghasilan seperti itu bukan nomor satu. Kalau itu noomr satu, sudah berhenti sejak kapan-kapan.

Betul Bang @ayijufridar. dimanapun dan bidang apapun kalau konsisten mengerjakannya pasti hasil tak menghianati usaha.

Saya setuju bg dengan pembahasan anda. Bereh!!!

Terima kasih @prilly. Keep on #steemliteracy.