The Diary Game (08-04, 2021) - Kenduri Kebangsaan Sagobi

in hive-103393 •  last month 

1617898133715.jpg

Di setiap ada kesempatan aku selalu menyempatkan waktu untuk menunaikan undangan yang sudah dikirim untukku. Bagiku menunaikan undangan adalah bentuk penghargaan kepada sahabat, saudara yang sudah sudi mengundang ku.

Siang ini aku sudah siap berangkat memenuhi undangan Grand Opening Cafe Sagobi yang berada di Geureugok. Kami berangkat bertiga, mengambil jalan Ilak. Kami mengambil jalan elak karena jalan nya lebih aman, tidak padat dan memiliki pemandangan yang asri. Jalan ini mempunyai beberapa tanjakan yang memperlihatkan bentangan sawah ketika kita berada di atasnya.

Pukul 13.00 aku sudah tiba di Cafe Sagobi yang sedang sibuk. Dili sahabat kami datang menyambut dengan senang. Dia terlihat capek dan berkeringat, kurasa sejak tadi pagi dia tidak sempat duduk sejenak karena ramainya tamu. Aku dan dua temanku datang menambah kesibukannya. Dia mempersilahkan kami masuk, kukatakan padanya untuk tidak merepotkan diri. Biar kami duduk istirahat dulu.

1617897233593.jpg

Tidak lama kemudian, seseorang datang membawa hidangan untuk kami. Tiga piring nasi, tiga piring sate, tiga bangkuk soto. Aku merasa tidak enak diberlakukan istimewa seperti ini, ucapku. Kami pun menikmati nasi sate itu sambil bercakap-cakap.

1617897233588.jpg

Selepas makan siang, kami merokok seraya membahas tentang perkembangan Steemit akhir-akhir ini. Tengah asyik dengan perbincangan yang lebih banyak selorohnya itu, tiba-tiba datang seorang bapak-bapak duduk bergabung dengan kami. Dili memperkenalkan bahwa bapak ini adalah ownernya Sagobi. Dia menanyakan perkembangan di dunia blogger saat ini. Kami menjawab sebisanya.

Perbincangan kami dengan owner Sagobi Sangat alot. Terlihat dari bahasa dan pengetahuannya dia adalah tipikal yang open mind. Saat ini dia mengemban tugas di gedung DPR salah seorang Dewan Legislatif dari partai Nasdem di kabupaten Bireun. Percakapan kami berakhir karena dia ada sedikit keperluan lainnya di luar.

1617897233583.jpg

Jam 16.00 sore kami pamit pada Dili dan teman-teman di sana. Matahari masih terasa panas membakar jalan raya yang hitam. Aku memakai jaket sebagai pelindung teriknya matahari hari ini. Perjalanan pulang kami tidak bisa diukur dengan waktu perjalanan biasanya, sebab kami berhenti di beberapa tempat yang menurut kami menarik. Kukatakan pada yang lain bahwa pulang melewati jalan yang himpit oleh persawahan punya keasyikan tersendiri.

Aku tiba di rumah pukul 5 lebih. Di depan rumah aku disambut oleh anakku dengan pelukan. Sebelum masuk aku bercakap-cakap dengan anakku sejenak. Hal ini sengaja aku lakukan untuk membuat anakku akrab dan senang bertanya baik ketika aku pergi maupun ketika pulang.

Setelah mandi aku kembali keluar ke warung kopi. Aku menjelaskan pada anakku bahwa ayah ke warung kopi untuk berkerja bukan untuk sekadar bermain atau nimbrung dengan temanku semata. Karena sudah sering aku jelaskan anak mulai mengerti bahwa ayah nya ke warung tiap hari mencari duit untuk nya. Sejak itu anakku dengan bangga mengatakan pada Nenek nya bahwa ayah ya kerja di warung kopi. Ya, sudahlah, terserah kau Saja anakku.

Sebelum magrib aku tiba di warung dan melaksanakan salat magrib di musholla warung. Di sana sudah ada si nas, dan satu kawan lainnya. Selesai salat magrib aku memesan segelas kopi sangar. Beberapa menit kemudian pemilik warung baru menyalakan lampu. Setiap magrib lampu di sini memang dimatikan untuk menghormati waktu sholat.

1617897233564.jpg

Tanpa disangka malam ini aku mendapatkan kejutan,seseorang mencolekku dari belakang dan kemudian aku menoleh eh ternyata kami kedatangan bang @anroja secara mendadak, maksud ku mendadak karena aku tidak tahu atas kedatangan nya ke Lhokseumawe. Dalam pertemuan singkat ini kami membahas hal-hal yang bisa kami ingat secara spontan. Suasana berjalan santai, apalagi banyak pembahasan yang membuat kami tidak bisa menahan tawa.

Sesi terakhir kami berfoto. Mengambil dokumentasi foto saat ini menjadi penting, karena saban hari kami mengumpulkan cerita untuk kami tulis sebagai postingan di komunitas Steem Sea dengan tema The Diary Game. Malam ini sekalipun tidak direncanakan foto bersama dengan bang anroja tayang di postingan.

Salam buat sahabat anroja dan teman-teman lainnya, semoga perjalanan pulangnya malam ini sampai ke tujuan dengan selamat.

25% payout post ini saya donasikan untuk @steem.amal

Jangan Lupa Bahagia

follow_levycore.gif

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Judulnya, ngeri benar :D

hahaha :D

Sesuatu yang tidak direncanakan akhir kita dipertemukan lagi.
Terima kasih atas doanya.

Sama-sama bang, semoga bisa berjumpa kembali di lain waktu :D

  ·  last month (edited)

👍👍👍😊

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana ekspresi nenek, saat cucunya mengatakan ayahnya bekerja di warung kopi 😁

Long pih saban ge drnh bg levycore, kerija mita peng bak warung kupi, yaitu trading dan teumuleh bak steemit.

Postingan berkualitas harus lon bagikan.

Bereh bang, kana ngen sidroe teuk hehehe. Expresi si nenek tetap seperti biasanya bang karena sudah tahu juga :D

Mantap neneknya, hehee

IMG_20201008_202623.jpg


SELAMAT

Postingan anda telah mendapat kurasi secara manual dari akun komunitas @steemseacurator.
Terimakasih telah berpartisipasi dalam komunitas Steem SEA

Kami akan sangat berterimakasih jika anda bersedia mendelegasikan Steem Power (SP) anda untuk kemajuan komunitas Steem SEA ini

Salam hangat
Firyfaiz

Link pintas untuk delegasi:
100SP 200SP 500SP 750SP
1000SP 1500SP 2000SP 2500SP 3000SP

Sagobi :)

Iya sagobi :D

  ·  last month (edited)

Mantap Bang @levycore, rupanya berkerja di warung kopi he he he. Tapi sebenarnya di warung kopi, hanya utk duduk saja, pikiran dan nalarnya tidak diwarung kopi tapi di dunia Cripto.
Saya dukung @levycore jadi salah satu Professor Cripto dari Indonesia. Tadi bagi diskusi dgn kawan2, sudah pas Levycore jadi Prof Cripto. ini bisa jadi kebanggaan Ureng Aceh.

Terima kasih bang @tucsond :D