The Diary Game [Sept 9, 2021] Second Vaccine is Running Well |

in hive-103393 •  last month  (edited)

Divaksin_04.jpg
Aku mengingatkan vaksinator agar berhati-hati menyuntik karena pada vaksin pertama sampai terkejut ditusuk tiba-tiba.


Ketika mengetahui ada vaksin massal di Kampus Bukit Indah Universitas Malikussaleh, aku memutuskan ke sana meskipun sebenarnya menurut kartu yang diberikan perawat jadwalnya besok, 10 September 2021. Masalahnya, di aplikasi Peduli Lindungan jadwa vaksin kedua tercatat 9 September 2021. Aku menganggap, Puskesmas Blang Mangat yang melakukan vaksinasi di Lapangan Hiraq Lhokseumawe, tidak melakukan vaksinasi pada 9 September 2021.

Tapi aku singgah di kantor Lancang Garam dulu untuk merampungkan seikit pekerjaan dan biasanya sekalian membuat postingan untuk Steemit. Aku hanya membuat postingan ketika ada waktu, jadi tidak mengikuti jadwal para pemberi suara terbesar.

Namun, pagi ini aku memulainya dengan memandikan anak-anak dan mengantar mereka ke sekolah. Seperti kemarin dan kemarinnya lagi, aku belum mandi ketika memulai kegiatan di luar rumah.


Mendata_01.jpg
Pemeriksaan tensi darah dan normal.


Ditembak_02.jpg
Dokter Puskesmas Muara Satu tanpak serius sekali menggunakan termo gun. Gayanya boleh juga.


Ketika menyerahkan kartu tersebut, perawat mengatakan mereka harul berkonsultasi kepada dokter dulu. Aku langsung mengatakan di aplikasi disebutkan vaksinasi kedua pada 9 September 2021. Tapi di kartu disebutkan di kartu karena Puskesmas Blang Mangat berkegiatan pada hari itu. Mereka percaya karena aku mengatakannya secara meyakinkan dan alasan itu sangat logis. Tapi, tanpa alasan itu pun, dokter membolehkan.

Tidak membutuhkan antrean yang lama. Banyak mahasiswa dari luar Aceh yang melakukan vaksin di sana. Aku bahkan tidak sempat membuka laptop untuk memanfaatkan sedikit waktu untuk bekerja ketika sudah dipanggil untuk pemeriksaan tensi darah dll oleh dokter.

“Ada keluhan apa?” tanya dokter.

“Keluhan kesulitan keuangan.”


Vaksinator_07.jpg
Seorang vaksinator tampak melamun. Photo by @taministy.


05_Di FEB Unimal.jpg
Bang Murtala, Kajur Ekonomi Pembangunan sedang melayani mahasiswa.


Dokter itu tertawa. “Itu keluhan kita bersama,” sahutnya. Setelah pemeriksaan tensi darah, aku menunggu sekitar tiga menit ketika kemudian dipanggil untuk vaksin. Kepada vaksinator, aku mengatakan harus berhati-hati karena pada vaksinasi pertama, mereka menyuntik seketika sehingga membuatku kaget.

Nah, ketika mengingatkan itu, kebetulan tatapan mataku ke arahnya dan saat itulah @taministy dan Bastin memotret sehingga terkesan aku sedang menatapnya tajam. Seorang perawat berujar; “Iya Pak, harus diingatkan. Soalnya… (dia menyebutkan nama vaksinator yang aku sudah lupa), grogi vaksin ke Bapak.”

Aku tertawa. “Jangan sampai jarumnya tertinggal karena grogi,” sahutku.


100 haro_06.jpg
Menghadiri 100 hari meninggalnya mertua Bang Bobby Rahman.


Sekitar lima menit kemudian, di akun Peduli Lindungi sudah muncul sertifikat vaksin yang kedua. Hasil PCR-ku yang kedua ketika pulang dari Jakarta juga masih ada di akun tersebut.

Aku ke kamar kecil di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Di sana aku melihat banyak mahasiswa sedang merubung Dr Murtala, ketua Prodi Ekonomi Pembangunan yang sedang melayani mahasiswa. Kupotret pemandangan itu seraya mengatakan begitulah harusnya dosen melayani mahasiswa kapan saja dan di mana saja.

Setelah itu, bersama orang-orang Humas ke rumah Bobby Rahman, Kaprodi Ilmu Politik yang menggelar kenduri 100 hari ibu mertuanya. Aku sempat berjalan kaki sangat jauh untuk mencari rumah Bobby karena mobil diparkir di jalan yang agak jauh dari rumah. Tak apa, hitung-hitung olahraga.

Seusai salat, aku mengajar hari pertama di PDPK Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Harusnya mengajar luring, tetapi karena pandemi, harus secara daring dan itu tidak berjalan efektik. Jadwal ngajarku semester ini kacau sekali karena banyak yang bentrok bahkan dalam satu program studi, hal yang belum pernah terjadi sejak 2008 mengajar di Universitas Malikussaleh.

Malamnya, aku mengikuti webinar seperti biasa.[]


Mengajar di PDPK_08.jpg
Mengajar hari pertama di PDPK Fakultas Ekonomi dan Bisnis.


Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Vaksin yang ke 2 bang ya.

Benar @wet.fish. Kalau ada moderna untuk booster, saya juga mau, hehehehe....

  ·  last month (edited)

Wate long peurhati ekspresi bang Ayi kalen ateuh perawat, tingat long keu video anggota tentara yang yee keu jarom suntik 😂

Lon hana teumakot keu jarom suntik, sabab na jarom bak droe lon...

Haha, long lom

Beu Brat santai kanda😁😁

Wate phon meukarat that diculok le vaksinator...

Dosen dikampus mana pak? @ayijufridar

Mantap kanda, semoga ngen keunoeng vaksin akan bertambah semangat lom..

Adakah perbedaan yang terjadi setelah di vaksinasi bang @ayijufridar

Watee di tunyok termo gun le dokter lagee jitodong Jacky Chan bak film barat... hahaha....😁😁😁😁👍👍👍👍

Salfok sama vaksinator yang sedang melamun itu🤗🤭🤭🤭

Cakep, ya? Tapi mungkin kesannya ketika masker dibuka, hehehehe

Mencuri perhatian ya🤗😀🤭

Tidak berdosa mencuri perhatian, hehehehe...

Jeli banget menangkap yang sedang melamun 😄

Itu kerjaan fotografer, hehehehe