The Diary Game [Sept 4, 2021] Teaching Journalism on the Weekend |

in hive-103393 •  last month 

02.jpg


01.jpg
Mengajar tentang penulis opini di media massa di Basri Daham Journalism Institute (BJI).


Akhir pekan ini aku memiliki agenda mengajar tentang penulisan opini di sekolah jurnalistik, Basri Daham Journalism Institute atau BJI. Jauh sebelumnya, aku sudah mengirim pesan melalui WA Sarina, anggota AJI Lhokseumawe yang mengelola BJI agar melanjutkan pesan itu kepada siswa.

Pesannya adalah untuk menyiapkan tugas penulisan opini yang akan kami bahas dalam pertemuan nanti. Jadi, kami tidak membuang waktu untuk menyampaikan tugas yang harus dilakukan dalam pertemuan. Itu lebih baik agar siswa memiliki waktu yang cukup.

Tapi aku yakin tidak semuanya akan menyiapkannya. Masalah kedisiplinan memang menjadi persoalan utama di mana pun, termasuk di BJI dan dalam hal tiba di kelas sesuai waktu.

Sesuai jadwal, aku mulai masuk pukul 10.00 WIB dan aku sudah terlambat sekitar 15 menit. Aku juga belum disiplin agar bisa hadir tepat waktu. Tapi aku yakin belum banyak siswa yang hadir di kelas dan ternyata itu benar.


03.jpg
Melihat catatan asesor tentang pengisian Beban Kerja Dosen alias BKD.


04.jpg
Memperbaiki pada kesempatan pertama.


Hanya Teuku Fakhrizal (TF) yang baru hadir, dan dia bukan siswa BJI melainkan pengurus BJI, sama seperti Sarina. Urusan kedisiplinan, TF yang pernah menjadi wartawan Kompas TV memang bisa dijadikan panutan. Pengalaman bekerja di Kompas TV dan di perusahaan migas membuatnya sangat menghargai waktu.

Aku harus menunggu sekitar setengah jam sampai beberapa siswa datang dan perkuliahan dimulai. Kalau aku datang lebih cepat lagi, maka lebih banyak lagi waktu terbuang. Padahal sebelumnya aku menggunakan waktu untuk membuat postingan di Steemit.

Istirahat siang, aku memeriksa hasil penilai asesor terhadap hasil Beban Kerja Dosen (BKD). Alhamdulillah,hanya ada dua catatan saja dan tidak ada yang menyulitkan. Aku langsung memperbaiki pada kesempatan pertama.

Di ruang kerja aku hanya sendiri. Karena keasyikan di depan laptop, akhirnya sudah tiba waktunya masuk kembali. Pertemuan kedua hari ini, para siswa memaparkan rencana penulisan opini tersebut dan mempertahankan argumennya.

Pas masuk Ashar, pertemuan selesai dan aku pulang lebih awal ke rumah.

Malamnya, Kak Uci mengajak makan mie aceh. Kami sepakat ke mie Cek Har yang dulu menjulan mie di rumah makan Rhumbia. Hanya Bang Atha yang tidak mau ikut karena mau main sama kawan-kawannya.

Kalau ada waktu, kami memang selalu berusaha menciptakan golden time bersama keluarga. Tidak selalu menyenangkan karena Bang Atha dengan Dek Rafa sering bertengkar. Tapi kupikir itu wajar, toh mereka juga sering kompak. Namanya juga anak-anak. Waktu bersama mereka menjadi ajang untuk mendengarkan mereka dan membentuk karakter menjadi lebih baik.

Hikmah hari ini:

  1. Hadir tepat waktu sering kali mengecewakan kalau orang lain tidak tepat waktu, tetapi tetaplah berusaha untuk tepat waktu.
  2. Waktu bersama keluarga adalah momen mendidik yang sangat baik untuk mendengarkan mereka dan membentuk karakter mereka secara perlahan. []

06.jpg


05.jpg
Makan mie Cek Har di Jalan Tgk Chik Ditiro Lhokseumawe.

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Pengen rasanya kumpul dengan ayah dan ibu seperti itu, tapi sudah sangat tidak mungkin untuk dilakukan

Kenapa tidak mungkin @nuruulamalia? Orang tuanya sudah berpulang, ya? Saya yatim sejak umur dua tahun dan tidak pernah ingat sama ayah. Sedih juga, tapi itu harusnya membuat kita lebih kuat dan mandiri. Saleum kenal Nurul.

Masih ada tapi sudah pisah sejak 5 tahun. makanya kadang ada rasa iri setiap melihat anak2 yang masih bisa berkumpul dan bercanda tawa bersama kedua orang tua. Tapi mau gimana pun harus tetap bersyukur, ambil hikmahnya aja 😊

Mantap Bang Ayi, makan Mie Cek Har bersama si Kecil. Mie Cek Har tiada lawan.

Padahal, saya sebenarnya tak terlalu suka makan mie, apalagi kalau sudah malam. Tapi mie Cek Har memang beda. Pajan ta pajoh mie bieng di Lancok teuma?

Boleh aza Bang Ayi, terserah Abang aza kapan rencananya. kalau gak ada halangan saya siap.....

Sip Bang Yusack @tucsond. Kita atur waktu yang pas.

Postingan ini telah dihargai oleh akun kurasi @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.

Selalu ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info terbaru.

@ernaerningsih.