The Diary Game [Sept 17, 2021] Weekend trip to Takengon under Thick Fog that Obstructs the View |

in hive-103393 •  26 days ago 

01.jpg
Di depan sekretariat UKM Universitas Malikussaleh Pecinta Alam di Kampus Bukit Indah.


Jumat selalu menjadi hari yang sibuk buatku selama setahun terakhir ini. Enam bulan lalu, aku harus masuk mengajar dalam tiga kelas di Teknik Sipil untuk mata kuliah Kecapakan Komunikasi dan semuanya berlansung secara daring. Kali ini ada dua kelas, tetapi pekerjaan menulis buku dan lainnya semakin banyak.

Aku jadi tidak sempat melanujutkan menulis novel bahkan tidak sempat menyelesaikan cerpen yang terus mengganggu pikiranku selama dua tahun terakhi ini. Pada 2020 lalu, aku tidak menulis satu cerpen pun. Aku juga jadi jarang menulis opini, padahal itu salah satu sumber penghasilan dan mengasah pemikiran.

Pagi ini setelah memandikan dua anak cowok dan mengantar mereka ke sekolah, aku dan Bunda sarapan di nasi kari Simpang Asmi. Karena aku harus segera mengajar, kami tidak membuang banyak waktu di sana. Bahkan tanpa membuang waktu itu, banyak waktu akan tersita karena sarapan di tempat membuat banyak interupsi basa-basi.


02.jpg
Dek Rafa dan Bang Atha tidur dalam posisi seperti ini sudah biasa; terjadi pelanggaran.


04.jpg


03.jpg
Sarapan nasi guri Simpang Asmi.


Setelah mengajar di Prodi Ilmu Komunikasi, aku pulang ke rumah untuk menjemput Bang Atha, Dek Rafa, dan kawan-kawannya salat Jumat di Masjid Baiturrahman. Waktuku sangat sempit tetapi membawa anak-anak salat Jumat bersama akan lebih mendidik.

Sepulang Jumatan, aku membawa pulang mereka dan makan siang di rumah. Kemudian kembali ke kantor untuk masuk di kelas Manajemen untuk mengajar mata kuliah Komunikasi Pemasaran dalam Ekonomi Kreatif. Semua mata kuliah yang aku ampu memang berkaitan dengan komunikasi meski sebenarnya aku orang manajemen.

Sejak kemarin, aku mendapatkan informasi yang belum tegas mengenai keberangkatan ke Takengon, Aceh Tengah. Aku berharap tidak usah ikut karena banyaknya pekerjaan di kantor dan hari Sabtu ada jadwal mengajar Modul Nusantara. Kepada 20 mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, aku mengabarkan kemungkinan tidak bisa masuk, baik karena sedang dalam perjalanan yang tidak ada sinyal maupun sedang dalam kegiatan bersama Pak Rektor dan lainnya.

Tapi tidak terlalu jadi masalah bagiku kalau memang harus pergi. Ketika siang, Riyan sekretaris Humas Universitas Malikussaleh mengatakan aku tidak jadi berangkat. Aku gembira.


05.jpg
Mengajar di Prodi Ilmu Komunikasi.


06.jpg
Salat Jumat di Baiturrahman.


Setelah salat Jumat, informasi berubah. Aku harus berangkat dan menyiapkan berbagai kebutuhan dengan cepat. Belakangan aku kelupaan membawa krim wajah, sisir, shampoo, dan deodorant. Tapi parfum ada dan itu cukup.

Tapi sebelum berangkat, kami harus mengambil perahu karet di Sekretariat Universitas Malikussaleh Pecinta Alam di Kampus Bukit Indah untuk kegiatan arung jeram. Hal itu memakan waktu sehingga sekitar pukul 17.00 kami baru bisa jalan.

Dedi Fariadi yang tadi tidak ada agenda berangkat, harus menggantikan Bastin menyetir dengan mobil double cabin yang tidak pernah disopirinya. Akibatnya, banyak hal yang tidak bisa dioperasikannya, termasuk lampu kabut.

Kami menemui kabut tebal sepanjang perjalanan menuju Takengon. “Sebenarnya mobil ini ada lampu kabut yang sangat kuat,” ujarku kepada Dedi. Tapi dia tidak tahu cara menghidupkannya.

Akhirnya, perjalanan kami tidak terlalu lancar, selain banyak jalan rusak di wilayah Aceh Utara, dengan jurang di kiri atau jalan dan ancaman longsor. Ketika masuk Bener Meriah, jalan sudah jauh lebih bagus. Salah satu ponten buruk bagi Cek Mad yang dua periode menjadi bupati Aceh Utara.

Kami tiba di Hotel Renggali sekitar pukul 08.00 malam. Acara pembukaan tidak jadi mala mini sehingga aku punya waktu menyiapkan materi untuk kuliah Modul Nusantara besok.[]


07.jpg
Mengajar mata kuliah Komunikasi Pemasaran Dalam Ekonomi Kreatif.


08.jpg
Mengangkut perahu karet dan peralatan arung jeram untuk dibawa ke Takengon.

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Sep ngeri teuh ta ek u Takengon, miseu sopir hana pengalaman. Nyoe long ka hana jadeh berangkat.

Ureung jak ngon bus raya panyang hana ngeri. Pulom jak ngon double cabin.

Long ngeri keu supir dabel cabin 😁

Neu ek triple cabin mantong, hehehehe.....

Hahaa,

Postingan ini telah dihargai oleh @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.

Ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info tentang Steemit dan kontes.

Anroja