The Diary Game [Sept 13, 2021] From Meeting to Meeting |

in hive-103393 •  last month 

02.jpg
Menyiapkan rapat di Kampus Universitas Malikussaleh tentang lomba menulis bagi siswa SLTA dan mahasiswa.


Setelah mengantar Dek Rafa ke sekolah, aku dan Bunda makan lontong dengan paru dan rendang di Station Premium. Aku menyukai paru di sana karena gurih sekali.

Lhokseumawe masih mendung ketika kami keluar. Tidak padat kendaraan di Lhokseumawe dan terkadang ini menjadi bagian yang wajib kita syukuri karena waktu tempuh menjadi lebih singkat serta udara di Lhokseumawe terasa lebih segar dibandingkan Medan apalagi dengan Jakarta yang langitnya pun tidak terlihat di hari sibuk.

Station Premium pun tidak terlalu ramai belakangan ini, mungkin karena dampak PPKM atau pun warga semakin menyebar ke beberapa kafe atau warga sudah semakin mengirit karena semakin susah mendapatkan uang sekarang atau kombinasi di antara kemungkinan tersebut.


01.jpg
Mengantar Dek Rafa ke sekolah.


05.jpg


04.jpg
Sarapan lontong paru dan rendang di Station Premium.


Kami makan di luar karena pertimbangan lebih praktis dan menghemat waktu dibandingkan masa sendiri di waktu pagi. Tapi terkadang kami masak juga di rumah meski yang makan hanya berdua.

Setelah sarapan dan mengantar Bunda ke rumah, aku balik ke kantor untuk menghadiri rapat panitia lomba penulisan artikel bagi mahasiswa dan SLTA se-Aceh. Hanya mahasiswa di Aceh yang bisa mengikuti lomba berhadiah total Rp14 juta tersebut. Premier Oil mensponsori perlombaan itu untuk mendukung pengembangan budaya literasi di Aceh. Semoga ada Steemian yang bisa mengikutinya.

Untungnya rapat tersebut tidak menghabiskan banyak waktu karena aku harus mengikuti rapat berikutnya bersama Pak Dipo Alam, mantan Menteri Sekretaris Kabinet masa Pak SBY yang juga dikenal sebagai penulis dan pelukis. Aku ingin membantu beliau menyelesaikan beberapa bukunya. Kerja sama kami sudah terbangun sejak beliau masih menjabat sebagai menteri.


03.jpg
Rapat tentang lomba menulis artikel yang disponsori Premier Oil.


06.jpg
Balik ke ruangan kantor bersama Dedi Fariadi.


Selain Pak Dipo dan Mbak Nurul Agustine sekretarisnya, juga ada Zulhendri. Nah, nama ini sering aku dengar dari Pak Dipo tetapi aku belum mengenal orangnya. Pak Dipo bilang, Hendri juga orang Aceh. Kalau tak salah, sekarang di Jakarta atau di Istanbul, Turki, aku tidak tahu pasti.

Pak Dipo sedang menyiapkan buku biografinya. Aku sudah membantu penulisan buku fiksi beliau yang berjudul Madam Tatar, kisah seorang perempuan berdarah China – Jawa yang kemudian menjadi pemimpin intelejen tentara Turki dan berperan besar dalam penaklukkan Konstantinopel pada 1453.

Selain itu, aku mengusulkan Pak Dipo membantu Rohani, seorang difabel yang juga seorang pelukis di Aceh Utara. Pak Dipo sangat tertarik untuk bisa membantu peralatan lukis bagi Rohani. Semoga kebaikan ini berjalan dengan lancar. Sebelumnya, aku sudah menghubungi Irmansyah dari portalsatu.com dan meminta wartawannya meliput tentang Rohani.

Progress penulisan buku dan rencana bantuan untuk Rohani menjadi topik pembahasan rapat kami. Setelah itu, aku makan siang di kantor dan berada di kantor sampai malam.

Sebelum pulang, sempat singgah membeli nasi uduk dan membeli obat sakit gigi buat Bang Atha. Alhamdulillah, sejak kecil aku tidak pernah sakit gigi, tetapi anak-anak sekarang memiliki penyakit berbeda karena kebiasaan makan yang tidak sehat.[]


07.png
Rapat virtual dengan Pak Dipo Alam, Zulhendri, dan Mbak Nurul Agustine._


08.jpg
Membeli obat buat Bang Atha yang sakit gigi.

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE STEEM!
Sort Order:  

Sesibuk apapun, luangkan waktu berdua bersama sang istri. Romantis pemandangan lage nyan, tingat teuh wate masa remaja phoen meuturi 😁

Sambil menyelam minum susu, sekalian antar anak ke sekolah, pulangnya makan bersama.

Mantap, semoga bahagia selalu. Sehat dan mudah rejekinya.

Amiiin ya, Allah. Adoe @midiagam cit meu mudah raseuki mangat taba ranub laju...

Hehee, sep na teuh

Semoga doanya ijabah. Asai lancar raseuki, jinoe lajue tajak lamar 😅

Bek preh na raseuki baroe ba ranub. Ta ba ranup laju, sira ta mita raseuki.

Rame yang brie saran genyan. Sang payah long beranikan diri

Beu mantap. Beu yakin, berusaha dan berdoa.

Hanya satu kata tentang postingan, bereh dan bereh,,sehat selalu bang.

Trims @gourdon. Saleum ke Samuel Nisam beuh....

Oke.,.sehat that samuel

Postingan ini telah dihargai oleh akun kurasi @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.

Selalu ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info terbaru.

@ernaerningsih.